Mengatasi Pertengkaran Saudara Kandung

Jakarta, Orangtua seringkali dibuat pusing oleh pertengkaran yang dilakukan anak-anaknya. Pertengkaran ini bisa terjadi sebentar atau berlangsung lama dan setiap hari. Bagaimana mengatasi saudara kandung yang sering bertengkar?

Percekcokan yang terjadi antar saudara kandung terkadang membuat salah satunya menangis sehingga bisa memicu amarah dari orangtua. Terkadang orangtua bisa menjadi lepas kendali dan memarahi salah satu atau keduanya. Hal ini tentu saja tidak akan menyelesaikan masalah yang terjadi diantara keduanya.

“Pertengkaran antar saudara kandung biasanya disebabkan oleh berbagai faktor seperti kecemburuan, kebencian satu sama lain atau daya saing saat berada di rumah,” ujar Gill Hines, seorang konsultan pendidikan, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (12/2/2010).

Penyebab pertengkaran ini bisa karena kakak yang merasa lebih berkuasa dan berhak untuk mengatur kendali, atau si adik yang terlalu sensitif dan manja. Namun ada juga yang disebabkan salah satu merasa tidak adil dalam mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya.

“Akibatnya salah satu merasa terabaikan dan bisa memicu timbulnya percekcokan antar kakak beradik. Orangtua seharusnya bisa memisahkan keduanya, tapi tentu saja tidak dengan cara menyalahkan salah satu atau memarahi dengan suara keras,” ujar Suzie Hayman, penulis Parenting Your Teenager.

Hayman menyarankan ketika suasana sudah kembali tenang, orangtua bisa menanyakan penyebab pertengkaran pada keduanya dengan tidak menghakimi salah satunya. Mencoba menyelesaikan masalah dengan cara membantah atau menyuruh keduanya pergi tidak akan berhasil, tapi justru bisa memperparah situasi yang ada.

Tentu saja dalam praktiknya tidak bisa semudah itu, dibutuhkan beberapa penyesuaian agar keduanya bisa berdamai dan menghindari konflik antar saudara kandung. Karena semakin keras orangtua, maka anak akan semakin sulit untuk menuruti kata-kata orangtuanya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk mengatasi pertengkaran anak-anaknya sesama saudara kandung, yaitu:

  1. Jangan menyelesaikan masalah secara langsung (to the point), anak-anak terutama remaja membutuhkan waktu untuk menemukan resolusi bagi dirinya sendiri.
  2. Jika salah satu anak ada yang merajuk (manja) setelah bertengkar, maka biarkan saja dan dengarkan segala keluh kesahnya.
  3. Cobalah untuk meluangkan waktu bersama dengan setiap anak secara sendiri-sendiri, hal ini akan sangat bermanfaat bagi orangtua untuk bisa mengenal lebih jauh karakteristik dari setiap anaknya.
  4. Membuat beberapa peraturan yang telah disepakati bersama-sama untuk menghindari pertengkaran.
  5. Memberi penghargaan atau pujian jika anak-anaknya bisa melalui beberapa harinya tanpa bertengkar.

(ver/ir) Jakarta, Orangtua seringkali dibuat pusing oleh pertengkaran yang dilakukan anak-anaknya. Pertengkaran ini bisa terjadi sebentar atau berlangsung lama dan setiap hari. Bagaimana mengatasi saudara kandung yang sering bertengkar?

Percekcokan yang terjadi antar saudara kandung terkadang membuat salah satunya menangis sehingga bisa memicu amarah dari orangtua. Terkadang orangtua bisa menjadi lepas kendali dan memarahi salah satu atau keduanya. Hal ini tentu saja tidak akan menyelesaikan masalah yang terjadi diantara keduanya.

“Pertengkaran antar saudara kandung biasanya disebabkan oleh berbagai faktor seperti kecemburuan, kebencian satu sama lain atau daya saing saat berada di rumah,” ujar Gill Hines, seorang konsultan pendidikan, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (12/2/2010).

Penyebab pertengkaran ini bisa karena kakak yang merasa lebih berkuasa dan berhak untuk mengatur kendali, atau si adik yang terlalu sensitif dan manja. Namun ada juga yang disebabkan salah satu merasa tidak adil dalam mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya.

“Akibatnya salah satu merasa terabaikan dan bisa memicu timbulnya percekcokan antar kakak beradik. Orangtua seharusnya bisa memisahkan keduanya, tapi tentu saja tidak dengan cara menyalahkan salah satu atau memarahi dengan suara keras,” ujar Suzie Hayman, penulis Parenting Your Teenager.

Hayman menyarankan ketika suasana sudah kembali tenang, orangtua bisa menanyakan penyebab pertengkaran pada keduanya dengan tidak menghakimi salah satunya. Mencoba menyelesaikan masalah dengan cara membantah atau menyuruh keduanya pergi tidak akan berhasil, tapi justru bisa memperparah situasi yang ada.

Tentu saja dalam praktiknya tidak bisa semudah itu, dibutuhkan beberapa penyesuaian agar keduanya bisa berdamai dan menghindari konflik antar saudara kandung. Karena semakin keras orangtua, maka anak akan semakin sulit untuk menuruti kata-kata orangtuanya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk mengatasi pertengkaran anak-anaknya sesama saudara kandung, yaitu:

  1. Jangan menyelesaikan masalah secara langsung (to the point), anak-anak terutama remaja membutuhkan waktu untuk menemukan resolusi bagi dirinya sendiri.
  2. Jika salah satu anak ada yang merajuk (manja) setelah bertengkar, maka biarkan saja dan dengarkan segala keluh kesahnya.
  3. Cobalah untuk meluangkan waktu bersama dengan setiap anak secara sendiri-sendiri, hal ini akan sangat bermanfaat bagi orangtua untuk bisa mengenal lebih jauh karakteristik dari setiap anaknya.
  4. Membuat beberapa peraturan yang telah disepakati bersama-sama untuk menghindari pertengkaran.
  5. Memberi penghargaan atau pujian jika anak-anaknya bisa melalui beberapa harinya tanpa bertengkar.

(ver/ir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: