Karena Saya Muslimah

Kita baca Al Qur’an kan? Sedikit..,kurang atau jarang baca..?sudah tau namun masih enggan memakainya..atau belum siap memakainya..saudariku jamganlah sampai keduluan Malaikat Isroil datang menjemput tuk mencabut nyawa sedangkan kita masih dalam keadaan ingkar terhadap perintah Allah dan Rasulullah.. Mari sekejap melihat surah An Nur

“Katakanlah kepada wanita yang beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung itu ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putera-putera mereka atau putera-putera suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putera-putera saudara lelaki mereka atau putera-putera saudara perempuan mereka atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak memiliki keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan . Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(Qs. An Nur:24-31)

 

Ada perasaan tak, “menutupkan kain kerudung itu ke dadanya..”, kalau sekali baca, kita faham maksudnya ialah berkerudung sampai tutup dada kan? Kalau tak pakai bagaimana ya?

Islam memperkenankan kepada setiap muslim menyuruh supaya geraknya baik, elok dipandang dan hidupnya teratur dengan rapih untuk menikmati perhiasan dan pakaian yang telah diciptakan Allah. Adapun tujuan pakain dalam islam yaitu untuk menutup aurat dan berhias. Firman Allah SWT:

“Hai anak cucu Adam! Sungguh Kami telah menurunkan kamu pakaian yang dapat menutupi aurat-auratmu dan untuk perhiasan”(al-A’raf:26)

Barang siapa yang mengabaikan perintah Allah tersebut maka ia telah menyimpang dari ajaran islam dan mengikuti jejak syaitan.

Islam mengharamkan wanita memakai pakaian yang membentuk tubuh dan tipis sehingga nampak kulitnya. Dalam haditsnya yang diriwayatkan Abu Hurairah , Rasulullah bersabda: “Ada 2 golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat. Mereka adalah Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai untuk memukul orang(penguasa yang kejam); (2) Perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan melenggok-lenggok sambil meliuk-liukkan rambutnya dan kepalanya seperti punuk unta yang melenggok-lenggok. Mereka tidak akan masuk syurga, dan tidak akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium dari perjalanan segini, segini.”(HR. Muslim)

Mereka dikatakan berpakaian, karna memang mereka itu melilitkan pakaian pada tubuhnya, tetapi pada hakikatnya pakaiannya tidak berfungsi menutup aurat, karna itu mereka dikatakan telanjang sebab pakaiannya terlalu tipis sehingga dapat memperlihatkan kulit tubuh seperti kebanyakan wanita sekarang ini.

Bukhtun adalah unta yang mempunyai punuk besar, rambut wanita seperti punuk unta tersebut karna rambutnya ditarik keatas. Dibalik keghaiban ini, seolah-olah Rasulullah melihat apa yang terjadi di jaman sekarang yang kini diwujudkan dalam bentuk penataan rambut dengan berbagai mode di salon kecantikan. Bahkan banyak wanita yang tidak puas dengan rambut asli pemberian Allah, untuk itu mereka membeli rambut wig agar lebih menyenangkan dan lebih cantiksehingga ia akan menjadi wanita yang menarik dan memikat hati pria.

Ironisnya banyak wanita sekarang ini membantah untuk berhijab dengan dalih,”Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan kami berhijab, tetapi Dia hanya memerintahkan untuk istri-istri Nabi saw atau untuk orang Arab saja. Kami bukanlah istri Nabi dan bukan pula orang Arab sehingga tidak terkena kewajiban itu. Hijab menurut pengertian etimologis adalah penghalang antardua hal/orang, bias berupa kain, tembok atau tikar. Namun perintah ini ditujukan  pada istri Nabi saw sekaligus kepada perempuan mukminin yang beriman dan bertaqwa pada Allah SWT didalam firmanNya: “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Qs Al Ahzab:59)

 

Allah memang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang artinya hanya dengan taubat yang tulus Allah benar-benar akan mengampuni semiau dosa yang telah lalu. Allah juga Maha Pengasih terhadap perempuan mukmin dan akan menolong mereka jika mereka, dengan niat yang ikhlash, ingin ikut ke dalam rombongan perempuan-perempuan yang sopan dari kalangan istri-istri Nabi saw, putrid-putri beliau dan istri-istri kaum Mukmin.

Laki-laki hidung belang akan mudah sekali menyakiti wanita pesolek yang membuka tubuhnya, buka-bukaan tersebut diartikan oleh mereka sebagai ajakan “untuk maju” sebab semua pintu sudah terbuka lebar-lebar. Beda halnya dengan wanita sopan yang menutupi tubuhnya dengan hijab maka lelaki hidung belang akan berpikir seribu kali untuk menjahili mereka karna semua pintu tertutup rapat sehingga menghalangi mereka untuk menyakitinya. Allah telah meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan dan hanya menjadi obyek nafsu semata.

Allah tau apa yang baik dan apa yang merusak perempuan, juga apa yang menyakitkan dan apa yang membahagiakannya. “Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan) dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui.”(Qs. Al Mulk:14)

 

Perintah untuk menutup aurat ini harus dijalankan karna :

1.   Seorang mukminah harus mentaati semua yang diperintahkan Allah. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allahdan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”(Qs Al Ahzab:36)

2.    Anda mengharapkan rahmat Allah dan rahmatNya hanya diperuntukan bagi orang yang bertaqwa dan mengimani ayat-ayatNya. “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmatKu untuk orang-orang yang bertaqwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.”(Qs, Al A’raf:156)

3.   Dengan maksiat, menentang perintah Allah, dalam hal ini menentang untuk menutup aurat berarti telah menjadi hamba syaitan karna dialah yang membisiki anda untuk membuka aurat dan kejelekan.”Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya.”(Qs. Al A’raf:20)

4.    Anda takut akan akibat orang yang melakukan maksiat yaitu kemurkaan Allah didunia dan neraka jahanam di akhirat karena perintahNya tidak dipedulikan.

Bayangkan jika anda telanjang pada hari kimat     

Kesepian, sangat gelisah dan bingung

Api membara karna kemarahan dan jengkel

Kepada para pendosa, dan penguasa Arsy pun murka

Besok kaum musyrik ada dalam api yang berkobar

Dan kaum mukmin sebagai pebghuni abadi

 

Manfaat berjilbab dari segi kesehatan adalah:

1.     Agar rambut tidak mudah dikotori oleh debu yang berteberangan kesana kemari.

2.    Dengan banyaknya debu dirambut akan menyebabkan rambut mudah rontokdan berakibat kebotakan.

3.    Menjaga kulit agar tidak tersengat matahari yang dapat mengakibatkan penyakit-penyakit kulit seperi kekurangan tingkat kelembaban kulit hingga kulit jadi kering, kanker kulit atau minimal mengakibatkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit diusia tertentu.

Saudariku, memakai jilbab bukanlah untuk sok-sokan alim, bukan untuk gaya-gayan atau hanya ikut tren saja, namun untuk taat pada Allah yang telahmenciptakan, menyempurnakan kejadian, memberi rezki, melindungi dan menolong kita. Ketaatan padaNya adalh tanda kita bersyukur atas nikmatNya yang banyak yang telah kita peroleh. Jilbab adalah pakaian taqwa, dengan kita memakainya berarti kita sedang berusaha  mencapai derajat taqwa kepadaNya.

Saudariku, jilbab adalah identitas wanita muslimah yang membedakannya dengan wanita kafir, yahudi, nasrani, musyrik karna dapat dengan mudah dikenali dari jilbabnya. Rasulullah memerintahkan dalam sabdanya agar kita tidak meniru orang –orang selain muslim “Barang siapa yang meniru suatu kaum maka dia termasuk bagiandari kaum itu.”

 

Saudariku, jilbab bukankah sesuatu yang bersifat khilafiah, seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib berlaku bagi seluruh wanita yang mengaku dirinya sebagai muslimah, dan jilbab bukanlah pakaian yang kuno karna ajaran islam berlaku sepanjang jaman jadi hokum-hukumnya dirancang oleh Allah tidak hanya untuk sementara waktu saja.

Saudariku, jilbab bukanlah menjadi penghalang untuk mendapatkan pekerjaan..tidak perlulah takut atau khawatir soal rizki, Soal rizki Allah sudah mengaturnya tidak akan hilang jatah kita ataupun berkurang, tinggal kita istiqomah(berpegang teguh) berjalan diatas kebenaran sebab balasan yang akan diberikan Allah jauh lebih besar dari sekedar jabatan Manager, supervisor atau direktur namun syurgalah balasannya.

Saudariku, jilbab menghapus sikap-sikap negatif karna jilbab menghapus keinginan-keinginan jiwa yang menyimpang.

Referensi/Sumber Buku

1.      Halal dan Haram Dalam Islam(Syaikh Muhammad Yusuf Qardhawi)

2.      Fiqih Wanita(Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah)

3.      Manajemen Diri Muslimah (Dr. Arkam Ridha)

4.      Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa (Syaikh Muhammad Shalih al Munajjid)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: